8 Manfaat aktivitas berjalan kaki

    Inilah cara menjaga kesehatan dengan mudah dan murah meriah, sejak terbukti khasiatnya sejak zaman dulu kala.

1. Serangan Jantung
        Kita tahu otot jantung memerlukan aliran darah lebih deras dari pembuluh koroner yang memberinya makan agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki dengan cepat mampu memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa berdetak yang cukup. Bukan hanya itu, kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akann terbantu oleh mengejangnya otot-oto tubuh yang berada di sekitar diniding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, aliran antar sel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga berkurang. Lebih dari itu, kolestrol baik yang bekerja sebagai penyerap kolestrol jahat akan meningkat dengan berjalan kaki.
2. Stroke
        Manfaat berjalan kaki terhadap strok pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek moyang kita yang lebih banyak melakukan berjalan kaki setiap har, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang.
3. Berat badan stabil
        Membiasakan berjalan kaki rutin meningkatkan metabolisme tubuh. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi. Selain berat badan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat berat badan bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakuka kegiatan berjalan kaki cukup cepat kurang lebih satu jam.
4. Mencegah kencing manis
            Dengan membiasakan berjalan kaki sejauh 6 km per jam dengan waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes tipe 2 khususnya pada merekah yang bertubuh gemuk. Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat bisa dilakukan dengan memilih gerak badan ritin berskala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan, obat tidak diperlukan itu berartibahwa pejalan kaki sama manfaatnya dengan obat anti diabetes.
5. Mencegah Osteoporosis
            Berjalan kaki dengan cepat bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulangjuga untuk metabolisme kalsium bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari. Tak cukup ekstra kalsiumda vitaminD saja untuk mencegah atau memperlambat osteoporosis. Merka yang melakukan gerak badan sejak usia muda cukukp mengkonsumsi kalsium sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.
6. Meredakan encok lutut
        Dengan membiasakan berjalan kaki cepat keluhan encok utut bisa mereda    . Kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselan seling meskipun tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri. Ada hal yang perlu diingat bagi penderita encok tungkai atau kaki, jangan keliru memilih ukuran sepatu olahraga.Kita tahu semakin bertambahnya usia ruang sendi semakin smepit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi menyusut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncanganyang berat oleh beban bobobt tubuh, terlebih pada yang gemuk.
7. Depresi
          Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki bisa menggantikan obat anti depresi yang harus diminum secara rutin. 
8. Kanker
        Kanker juga dapaty dibatalkan muncul apabila rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar. Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan perstaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula olehtertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan berjalan kaki terhadap kemungkinan penuruna resiko terkena kanker payudara
        

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong

My self

Sejarah KRL Commuter line Indonesia