Pengalamanku selama hari libur yang sangat sial

Tangaal 5 Maret 2011 aku pergi ke Bogor untuk berlibur. Dalam hatiku berniat ingin menjenguk keluargaku, aku bersiap dari rumah pagi sekali (Subuh) karena ingin cepat menjenguk keluargaku, sesaat di perjalanan aku nyasar di Plered, Purwakarta. Ini bukanlah yang pertama kali aku nyasar di ke tempat itu, pada liburan kemarin aku nyasar tak terduga entah di mana tempatnya ? hingga aku berjalan 20 KM. Kali ini aku nyasar ke tempat pamanku, alhamdulillah aku bertemu dengannya. Aku menceritakan semuanya bagaimana sampai menyasar ke tempat ini ? aku menginap semalam di rumahnya. Dan besoknya aku pulang kembali ke Cicalengka. Sesaat di perjalanan aku memikirkan rumahku yang ada di Bogor dan sesampainya aku pulang ke Cicalengka, aku menceritakan semua pada keluargaku bahwa aku menyasar di jalan. Aku membereskan barang-barangku yang dibawa di dalam tas setelah aku istirahat sejenak, tiba-tiba setelah membereskan barang-barang bawaanku ada yang hilang yaitu dompetyang berisi kartu pelajar, mungkin aku lupa menyimpan dompet itu sehingga tidak teliti. Aku mencarinya ke mana-mana sampai seluruh sudut ruangan aku periksa. Aku menyadari saat itu, ternyata dompetku hilang diambil copet.

      Besoknya aku melanjutkan kembali perjalanan ke Bogor. Mulai pada waktu yang sama pagi sekali. Sesampainya aku di Bogor ternyata rumahku sudah dimiliki orang lain dan digusur pada 3 hari yang lalu. Kemudian aku mendapatkan informasi dari tetangga sebelah ternyata sudah pindah beberapa hari yang lalu, aku segera mencarinya ke tempat yang jauh dari rumah itu. Setalah itu aku menemukannya di sebuah kontrakan yang cukup menyesakkan, aku menceritakan semuanya pada kakakku bahwa aku menyasar kembali hingga aku kehilangan dompet yang berisi kartu pelajar. Tempat tinggal di kontrakan membuatku tidak betah karena suhu ruangannya yang begitu panas, aku menanyakan "Rencana pindah rumah kapan ?" Ternyata bulan depan baru dapat sebuah rumah yang cukup luas., aku juga tak tentu nanti rumahku berada di mana ? Aku bingung dengan keadaan tempat tinggal sementara yang berada di kontrakan. Sebelum kembali ke Cicalengka aku berpesan pada kakakku "Kalau sudah mendapatkan rumah baru beritahu alamtnya " Setelah itu aku pulang ke Cicalengka dan memberitahukan kepada ayahku bahwa rumahnya sudah pindah ke kontrakan sementara, bulan depannya baru dapat rumah yang cukup luas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sombong

My self

Sejarah KRL Commuter line Indonesia