Pertengkaran Dawila dan Rini
Di suatu ruangan aula Rini, Wiwin, Shinta, dan Dawila sedang berkumpul,mereka sedang membahas tugas Bahasa Inggris yang diberikan oleh Pak Arif. Mereka berjalan menuju pintu gerbang sekolah, Shinta berkata, "Wah! kamu hebat ya lagi-lagi kamu dapat nilai 9 dan 10." Wiwin menjawab, ahh!!! biasa aja kali! ini kan berkat jerih payah aku sendiri untuk menghafalkannya." Sambung perkataan Rini sambil meledek, "tapi aneh ya ? nilai Dawila kenapa kurang bagus ya!."Jawab Dawial sambil tersinggung, "maksudnya ?." Rini berkata, "kamu waktu ulangan kemarin dapat nilai 5 kan ? Huuuuh!!! payah!."Wiwin menjawab dengan tenang, "ya, mungkin Dawila kurang berkonsentrasi saat mengerjakan ulangan itu." Shinta manggut-manggut sambil memperhatikan perkataan Wiwin. Ia melangkah menuju penyimpanan sampah untuk berfikir. Rini berkata, "halah! paling dia tidak pernah belajar, makanya wil jangan kebanyakan nonton Doraemon! hahahah!!!!!!!! jadi, mirip Nobita deh!." Dawial terdiam dengan berwajah muram dan kesal, akhirnya ia pun angkat bicara. "Aku cuma kurang konsentrasi aja kok, teman-teman." Jawb Shinta, "memangnya ada masalah apa wil ?." Wiwin berbicara, "bicara aja wil ! bukankah kita harus saling terbuka ?." Dawila menjawab dengan gugup, "a...a...aku.... baru saja ditolak oleh Risman pada seminggu yang lalu."
Tiba-tiba Rini tertawa terbahak-bahak, dia merasa terlihat puas atas apa yang dialami oleh Dawila. Otomatis Dawila pun merasa tersinggung tiba-tiba dawila mengeluarkan emosi yang tinggi dan menyerang Rini. Dia mendorong Rini hingga jatuh ke lantai mereka pun berguling-guling di halaman kelas, Wiwin berusaha untuk memisahkan mereka. Sementara Shinta terlihat histeris ketakutan melihat Dawila marah-marah kepada Rini sambil menarik-narik kerah bajunya. "Kamu ini maunya apa heh!!? sejak dari tadi terus menyindirkan aku, aku punya salah apa sama kamu hah!? rasakan pukulan ini!!!." Kemudian Rini membalasnya, mereka pun saling pukul memukul, tarik menarik dan saling saling menjenggutnya. Rini berkata dengan penuh emosi "Kamu payah wil !! kamu payah!!!!." Tiba-tiba Wiwin mengambil segelas air minum yang sedang dipegang oleh Shinta untuk mengguyurkannya kepada Dawila dan Rini. Akhirnya mereka berhenti dan terengah-engah, Wiwin dengan lantang, "kalian ini apa-apaan sih !? memangnya lucu apa !!!? hah!!!?," Mereka terdiam dan Rini berkata, ya, sorry deh!! memang aku yang salah, tapi asal kalian tahu ya aku bicara seperti ini demi Dawila juga kok!." Shinta mengompres lebam di pipi Dawila, Dawila menangis dan meringis kesakitan di wajahnya.
Kemudian Rini melanjutkannya, " kamu ini benar-benar payah! sebenarnya aku sudah tahu kalau kamu baru ditolak oleh Risman, aku tahu kok !! kalau itu adalah penyebab anjloknya nilai-nilai kamu pada akhir-akhir ini. Tapi apa pantas seorang Dawila jadi drop hanya gara-gara ditolak oleh Risman ? Hah ? si Risman mungkin biasa-biasa aja tuh sama pacar barunya sambil happy, tapi kamu ? kenapa jadi seperti ini ?." Wiwn berkata dengan lantang, "Rini apa-apaan kamu ini ?." Rini menjawab, sorry!.....sorry!....sebenarnya aku tidak bermaksud seperi itu, aku peduli sama kamu wil, aku ini sahabatmu sorry ya !!!!." Dawila menjawab, "ya, aku tahu deh!! terima kasih Rin, kamu sudah menyadarkan aku. Aku seharusnya tidak mengorbankan prestasi belajarku hanya karena hal sepele seperti itu, sekali lagi terima kasih ya semuanya!!!."
Akhirnya mereka hidup bersahabat dengan rukun, setia dan solidaritas kembali. Tiada lagi perpecahan masalah di antara mereka, mereka saling mengerti apa yang harus dilakukan oleh Dawila ketika harus menghadapi ujian.
Komentar
Posting Komentar